
Saluran yang tersumbat tak hanya membuat air kesulitan mengalir, tapi juga menimbulkan genangan, bau tidak sedap, dan berpotensi menyebabkan banjir lokal. Untuk itu, kami di Dinas Sumber Daya Air dan Bina Marga (DSDABM) Kota Surabaya terus melakukan pembenahan saluran buntu di berbagai titik wilayah kota.
Melalui kegiatan ini, kami menargetkan perbaikan sistem drainase dengan mengatasi penyebab utama saluran mampet, seperti sampah, lumpur, akar pohon liar, hingga endapan yang sudah menumpuk selama bertahun-tahun. Dalam beberapa kasus, saluran tertutup rapat dan aliran air tidak lagi bisa mengalir ke hilir, sehingga air meluber ke jalan bahkan masuk ke rumah warga.
Kami mengajak masyarakat untuk lebih waspada dan peduli terhadap lingkungan sekitar. Beberapa tanda yang perlu diperhatikan adalah genangan air yang tidak kunjung surut, munculnya bau tidak sedap dari saluran, peningkatan populasi nyamuk, serta air yang meluap ke permukaan jalan. Bila tanda-tanda ini terlihat, masyarakat dapat segera melaporkannya agar bisa kami tindaklanjuti dengan cepat.
Petugas kami di lapangan telah melakukan pengurasan manual, mengangkat lumpur dan sampah, serta memotong akar pohon yang menghalangi jalur air. Kami memastikan setiap langkah yang kami ambil dilakukan dengan cermat dan menyeluruh agar fungsi saluran bisa kembali optimal.
Sebagaimana yang kami sampaikan dalam kampanye edukasi: “Biar air nggak bingung mengalir!” — karena saluran lancar bukan hanya tanggung jawab pemerintah, tetapi juga memerlukan kesadaran dan peran serta warga.
Mari bersama wujudkan Surabaya yang bersih, bebas genangan, dan lebih nyaman bagi semua.
Temukan juga di: https://www.instagram.com/p/DK6AmAjvOub/?img_index=1



