Category: Berita

Sungai Kalianak Bakal Dinormalisasi, Pemasangan Patok Penanda Mulai Dilakukan

Surabaya, Januari 2025 – Pemerintah Kota Surabaya terus berupaya dalam menanggulangi potensi banjir yang kerap terjadi di berbagai wilayah saat musim hujan tiba. Salah satu langkah strategis yang dilakukan adalah normalisasi Sungai Kalianak, yang bertujuan untuk mengembalikan kapasitas aliran sungai agar dapat mengalir dengan optimal.

Normalisasi ini difokuskan di wilayah Kecamatan Asemrowo dan Kecamatan Krembangan yang selama ini sering terdampak genangan akibat penyempitan aliran sungai. Dinas Sumber Daya Air dan Bina Marga (DSDABM) Kota Surabaya bersama Satpol PP Kota Surabaya telah memulai tahap awal pengerjaan dengan melakukan penandaan titik nol serta pemasangan patok di Jembatan Kalianak pada Selasa (4/2).

Sebelum pelaksanaan normalisasi, Pemerintah Kota Surabaya telah menggelar pertemuan dengan perangkat wilayah setempat guna membahas teknis pelaksanaan dan langkah-langkah yang perlu dilakukan untuk memastikan proyek ini berjalan lancar serta mendapat dukungan penuh dari masyarakat.

Penyebab Penyempitan Sungai Kalianak

Berdasarkan hasil kajian teknis, terjadi penyempitan signifikan pada ruang aliran air Sungai Kalianak yang berdampak pada terganggunya sistem drainase di kawasan tersebut. Penyempitan ini sebagian besar diakibatkan oleh banyaknya pembangunan permukiman warga yang menggerus sisi kiri dan kanan sungai. Akibatnya, kapasitas aliran air berkurang, yang pada akhirnya meningkatkan risiko banjir saat curah hujan tinggi.

Dampak Positif Normalisasi Sungai Kalianak

Dengan adanya normalisasi Sungai Kalianak, aliran air diharapkan kembali lancar dan mampu mengurangi potensi banjir di wilayah Kecamatan Asemrowo dan Kecamatan Krembangan. Selain itu, program ini juga bertujuan untuk:

Mengembalikan fungsi sungai sebagai jalur air utama yang mampu menampung debit air lebih besar.
Mengurangi sedimentasi dan penyumbatan akibat sampah serta material lain yang menghambat aliran sungai.
Mendukung pengelolaan lingkungan yang lebih baik dengan memastikan sungai tetap bersih dan berfungsi sesuai peruntukannya.

Kepala Dinas Sumber Daya Air dan Bina Marga (DSDABM) Kota Surabaya menyampaikan bahwa normalisasi ini merupakan langkah strategis dalam meningkatkan sistem pengendalian banjir di Surabaya.

“Kami berkomitmen untuk terus melakukan perbaikan pada infrastruktur air kota, salah satunya melalui normalisasi sungai. Kami berharap, masyarakat juga turut mendukung dengan menjaga kebersihan sungai dan tidak membangun secara ilegal di area sempadan sungai agar aliran air tetap terjaga,” jelasnya.

Pemerintah Kota Surabaya juga mengajak seluruh warga untuk aktif berpartisipasi dalam menjaga kebersihan sungai, tidak membuang sampah sembarangan, serta mendukung upaya normalisasi demi menciptakan lingkungan yang lebih sehat, aman, dan bebas banjir.

Program ini merupakan bagian dari rencana jangka panjang Pemkot Surabaya dalam membangun sistem drainase perkotaan yang lebih baik, guna memastikan masyarakat dapat beraktivitas dengan nyaman tanpa terganggu oleh ancaman banjir.

Read More

DSDABM Kota Surabaya Lakukan Pemeliharaan Pompa Sludge di Kebon Agung untuk Optimalkan Kinerja Sistem Drainase

Surabaya, Januari 2025 – Dinas Sumber Daya Air dan Bina Marga (DSDABM) Kota Surabaya terus berkomitmen dalam menjaga infrastruktur pengendalian banjir di kota ini. Salah satu upaya yang dilakukan adalah pemeliharaan rutin pada Pompa Sludge di Rumah Pompa Kebon Agung, yang bertujuan untuk memastikan sistem drainase tetap berfungsi optimal, terutama dalam menghadapi curah hujan tinggi dan potensi genangan air di wilayah sekitar.

Dalam pemeliharaan kali ini, tim teknis DSDABM melakukan pembersihan Impeller Pompa, yaitu salah satu komponen utama yang berfungsi untuk mengalirkan air dan lumpur dari saluran drainase ke tempat pembuangan yang telah ditentukan. Pembersihan ini sangat penting karena impeller sering kali terhambat oleh sampah dan endapan lumpur yang dapat mengurangi efisiensi pompa. Jika tidak ditangani dengan baik, hal ini dapat berdampak pada menurunnya kapasitas penyedotan dan berisiko menyebabkan genangan di beberapa titik rawan banjir.

Sebagai informasi, Pompa Sludge adalah pompa khusus yang dirancang untuk menyedot tidak hanya air, tetapi juga lumpur dan sedimen yang mengendap di dasar saluran drainase. Dengan fungsi ini, pompa sludge berperan besar dalam menjaga kelancaran aliran air dan mencegah sedimentasi berlebihan yang dapat menghambat sistem drainase kota.

Kepala DSDABM Kota Surabaya menyampaikan bahwa pemeliharaan rutin seperti ini merupakan bagian dari upaya Pemerintah Kota dalam meningkatkan sistem pengelolaan air perkotaan, terutama dalam menghadapi musim penghujan.

“Kami memastikan bahwa seluruh pompa yang beroperasi di berbagai titik Kota Surabaya dalam kondisi optimal. Perawatan berkala sangat diperlukan agar kinerja pompa tetap maksimal, sehingga risiko genangan dan banjir dapat diminimalkan. Selain itu, kami juga mengimbau masyarakat untuk lebih peduli terhadap lingkungan dengan tidak membuang sampah sembarangan di saluran air, karena hal ini menjadi salah satu penyebab utama tersumbatnya sistem drainase,” jelasnya.

Dengan adanya pemeliharaan ini, diharapkan kinerja Pompa Sludge Kebon Agung semakin optimal dan mampu menjalankan fungsinya dengan baik dalam mendukung sistem drainase Kota Surabaya. DSDABM juga terus melakukan monitoring serta koordinasi dengan berbagai pihak untuk memastikan infrastruktur pengendalian banjir berjalan dengan baik dan efektif demi kenyamanan masyarakat.

Pemerintah Kota Surabaya mengajak seluruh warga untuk turut serta dalam menjaga kebersihan lingkungan dan mendukung upaya perawatan infrastruktur perkotaan, demi kota yang lebih bersih, sehat, dan bebas banjir.

Read More
instagram default popup image round
Follow Me
502k 100k 3 month ago
Share

PENGUMUMAN PERINGATAN!! KEPADA PEMILIK REKLAME TANPA IJIN DI JL. DOKTOR IR. HAJI SOEKARNO -UNTUK SEGERA DIBONGKAR-